PUASA PURNAMA
Dalam laku Kejawen,puasa purnama ternyata punya daya spiritual yang ampuh dan berhubungan dengan KATURANGGAN. Kekuatan mistisnya sebagai sarana kewibawaan dan kecemerlangan karier seseorang. Berikut ritualnya
Kata purnama bermakna rembulan. Namun dalam paham spiritual diasosiasikan sebagai bentuk laku yang dilakukan saat bulan penuh (tanggal 15). Versi lain sering disebut purnama penuh karena bulan dalam bentuknya yang penuh nan utuh. Jika dikaitkan dengan puasa purnama, banyak disebut sebagai puasa keistimewaan. Benarkah? Kalangan sesepuh Jawa banyak memberi rujukan bahwa puasa ini hanya dilakukan sehari semalam. Tepatnya satu hari menjelang bulan purnama. Hitungannya dari angka 12 ke 12.
Artinya,dalam kepercayaan masyarakat Jawa memandang bahwa untuk memulai laku puasa dihitung,pada waktu LINGSIR SURYA (tenggelamnya matahari). Dalam pandangan Islam disebut waktu magrib. Namun ada juga yang punya pandangan berbeda. Termasuk laku puasa tukon ini. Ternyata berdasar pada hitungan jangka waktu,12-12. Maknanya dimulai makan sahur dilakukan pada pukul 24.00 wib (jam 12 malam) dan diakhiri (berbuka) pukul 24.00 wib (jam 12 malam) hari berikutnya.
Demikian selama sehari semalam,sesuai syarat yang ditentukan. Ini berarti puasa purnama dilakukan hanya satu hari satu malam terhitung dari jam dan saat memulainya (24 jam]. Beberapa amalan lain juga disyaratkan misalnya Cegah Dhahar Klawan Nendra (mencegah makan da tidur). Artinya selama berpuasa pelaku dilarang makan minum apapun (total) dan tidur diusahakan tidak lebih dari 2 jam saja. Seorang pelaku juga harus diam ditempat khusus. Kalau bisa didalam kamar yang tertutup.
Selama berpuasa pelaku juga harus rutin melakukan meditasi atau shalat-shalat, banyak mengamalkan dzikir dan bacaan-bacaan tertentu agar bisa mendapat bimbingan dan kanugrahan dari Tuhan. Mencermati kekhususan puasa langka ini maka sebaiknya kita mencari seorang guru spiritual,tokoh pembimbing spiritual (pemuka agama/sesuai dengan keyakinan). Mengapa demikian?. Karena keistimewaan puasa ini tidak sembarangan sehingga tidak dibuat sembarangan.
Hanya pada guru spiritual itulah kita memohon bimbingan spiritual terutama masalah niat sampai rapalan mantra (doa). Ini berkait dengan keberadaan pelaku puasa. Misalnya seorang pemula tak bisa melakukan laku itu secara otodidak. Maka sebagai jalan yang terbaiknya disarankan mencari seseorang guru spiritual. Menurut sesepuh Jawa di kalangan penghayat memberi petunjuk mistis bahwa mantra (doa) bisa dijadikan cantolan kekuatan seseorang dalam melakukan puasa.
Menambah Kewibawaan
Mustika puasa purnama secara singkat di awal memang telah dipaparkan. Namun secara keseluruhan jenis puasa ini berkait pada keberadaan membangunkan saudara gaib manusia. Dalam paham manusia Jawa dikenal sebagai sedulur papat lima pancer. Hakikatnya puasa ini diyakini sangat bermanfaat untuk membangunkan dua saudara kembar sehingga dapat menuntun dan menjaga diri sendiri dari gangguan orang orang jahat. Selain diyakini mampu menajamkan batin (indra keenam).
Bila puasa ini dilakukan secara rutin diyakini dapat menunjang jabatan dan pangkat seseorang menjadi cemerlang. Dihormati dan disegani karena pancaran kewibawaan. Sedangkan mereka (pria dan wanita) yang sukar mendapat JODOH dapat menempuhnya selama 7 X berturut-turut,insya Allah akan terkabul. Mendapat jodoh sesuai dengan harapannya.
Seorang pelaku yang sempurna melakukan puasanya diindikasikan punya nilai spiritual yan lebih. Misalnya dapat membuka aura kewibawaan seseorang hingga disegani orang lain. Setiap ucapannya bisa meluluhkan hati (kasih sayang). Menimbulkan rasa cinta, welas asih. Sehingga dalam sisi pekerjaan si pelaku biasanya disenangi atasan dan lawan jenis. Seseorang akan tampak wibawa dengan pancaran mistis. Yakni wajahnya terang,bersih,bercahaya laksana bulan purnama.
Puasa Purnama ini juga diyakini sangat bermanfaat untuk mengontak kekuatan dua saudara kembar sehingga dapat menuntun dan menjaga diri sendiri dari serangan ilmu hitam. Juga gangguan mahkluk gaib. Sarana perjodohan dan kerejekian.